Wisata Makam Pahlawan Surabaya

Dengan menggunakan paket jasa sewa mobil surabaya murah kamu bisa ke Wisata Makam Pahlawan Surabaya dengan rental mobil surabaya murah
1.Makam Ki Ageng Bungkul
Terletak di Taman Bungkul jalan Progo dalam wilayah Surabaya Pusat. Ki Ageng Bungkul adalah seorang nayaka (keramat) kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi mertua Sunan Giri. Beliau sering berkonsultasi dengan Sunan Ampel mengenai masalah agama Islam sehingga kemudian masuk Agama Islam. Ki Ageng Bungkul aslinya bernama Ki Supa, seorang ahli pembuat keris dari Tuban. Kemudian beliau menetap di Bungkul sampai wafatnya. Banyak orang yang berziarah ke makam Sunan Giri, singgah ke makam Ki Ageng Bungkul.

2. Makam Mbah Ratu
Makam Mbah Ratu yang berlokasi di jalan Demak (Surabaya Utara), dipercaya orang sebagai makam buritan perahu dari Laksana Zeng Ho dari negeri Cina. Dia mengadakan muhibah pada tahun 1414 dn perahunya hancur dipelabuhan Holandper (Tanjung Perak). Makam ini sebenarnya pindahan dari makam perahu sebelumnya yang ada di Prapat Kuning.

3. Makam Dr.Soetomo
Almarhum Dr. Soetomo dilahirkan di desa Ngepeh-Nganjuk pada tanggal 30 Juli 1888. Setelah tamat di sekolah Europesche Lagere School, beliau melanjutkan studinya di Stovia Jakarta dan lulus sebagai dokter pada tahun 1911. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di Amsterdam, lulus sebagai dokter ahli dan menjadi pembantu Profesor Unna di Hamburg Jerman dan pembantu Profesor  de Plant di wina Austria. Tahun 1933 kembali ke tanah air, ditempatkan sebagai guru disekolah dokter Nias dan membuka praktek sebagai dokter di Jalan Simpang Dukuh 12 Surabaya.

Selaku perintis kemerdekaan baliau mendirikan perkumpulan Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan pada tanggal 4 Juli 1924 mendirikan Indonesische Studie Club. Pada tanggal 1 januari 1932 untuk menyongsong keluarnya Ir. Soekarno dari penjara Sukamiskin, maka di Surabaya diadakan Kongres Indonesia Raya ke-1 di Gedung Nasioanl Indoensia. Beliau wafat sebagai pahlawan pada tanggal 30 Mei 1938 dan dimakamkan di halaman Gedung Nasional Indonesia jalan Bubutan.

4. Makam W.R Supratman
Makam Wage Rudolf Supratman di jalan Kenjeran-Surabaya Timur, beliau dilahirkan 9 Maret 1903. Semasa hidupnya beliau menciptakan lagu-lagu guna menggugah bangsa Indoensia untuk segera memperoleh cita-citanya yaitu Indonesia Merdeka. W.R Supratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Disamping itu, beliau juga pencipta lagu terkenal lainnya seperti: Ibu Kita Kartini, Di timur Matahari, Bangunlah Wahai Kawan dan Matahari Terbit. Atas jasanya kepada negara beliau dianugerahi bintang Maha Putra Anumerta.

5.Makam Pangeran Yudo Kardono
Makam Pangeran Yudo Kardono makam ini terletak di kampung Kedondong – Surabaya Pusata yang konon merupakan makam dari salah seorang Panglima Perang Kerajaan Mataram, wafat pada saat ditugaskan oleh Sultan Agung dari Mataram untuk menundukkan Surabaya. Makam ini banyak dikunjungi oleh Peziarah yang kebanyakan berasal dari Jawa Tengah.

Cagar Budaya

Kota Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan, memiliki 169 bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah tersendiri. Bagunan cagar budaya merupakan warisan yang harus dilindungi. Bangunan bersejarah di Surabaya juga merupakan bukti bahwa kota ini layak menyandang sebagai kota pahlawan.

Sebelumnya telah ada 167 bangunan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Sebanyak 61 bangunan ditetapkan pada tahun 1996 dan 102 bangunan ditetapkan pada tahun 1998. Adapun empat lainnya, ditetapkan pada tahun 2009, yakni Lapangan Golf Ahmad Yani, Gedung Gelora Pantjasila, Kolam Renang Brantas, dan gedung Perkumpulan Olah Raga Embong Sawo.

Untuk melesarikan warisan budaya tersebut, dinas Pariwisata kota surabaya untuk kedepanya akan merintis kerjasama dengan pabrik cat melalui Ikatan Arsitek cabang surabaya. itu dilakukan untuk perawatan terhadap 169 bangunan cagar budaya tersebut. Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya selalu melakukan pantauan terhadap banguna bersejarah di kota Surabaya. dinas pariwisata dibantu oleh Tim Cagar Budaya yang dbentuk oleh walikota. Tim tersebut memiliki tugas memberikan masukan atau sebagai tim ahli untuk menentukan kelayakan sebuah bangunan untuk dijadikan bangunan cagar budaya.